News Ticker

Rabu, 28 Juli 2010

Tolitoli Kondusif Pascapembakaran Eks Kantor Bupati

28/07/2010 13:29 WIB

Tolitoli Kondusif Pascapembakaran Eks Kantor Bupati


Palu, (ANTARA) - Situasi keamanan di Wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, kondusif pascapembakaran eks kantor bupati setempat oleh orang tak dikenal pada Selasa dini hari, hanya empat hari menjelang pilkada 31 Juli 2010.

"Alhamdulillah situasi aman dan kondusif," kata Kapolres Tolitoli AKBP Ahmad Ramadhan yang dihubungi ANTARA melalui telepon dari Palu, Rabu.

Dia mengatakan, kondusifnya situasi di wilayah itu dibuktikan dengan aktivitas perekonomian dan perkantoran masyarakat yang berjalan seperti biasanya.

Tak hanya lokasi vital, kata dia, pihaknya juga memfokuskan pengamanan di Kantor KPU Tolitoli, kantor pemerintahan, tempat logistik pilkada dan rumah bupati serta para calon bupati/wakil bupati.

Untuk mengantisipasi dan mencegah aksi anarkis seperti yang terjadi sebelumnya, pihaknya memperketat pengawasan terhadap warga yang lalu lalang di jalan raya pada malam hari, khususnya di atas pukul 23.00 Wita.

Kata dia, selain orangnya, barang bawaannya juga ikut diperiksa polisi dalam pengawasan lalu lintas warga di malam hari.

Pihaknya akan bertindak tegas dengan melakukan penahanan jika dalam pengawasan itu ada warga yang ditemukan membawa senjata tajam atau barang yang dicurigai membahayakan orang lain.

Sistem pengawasan pada malam hari di wilayahnya itu adalah dengan memasang benda keras di sejumlah jalan yang membentuk zig-zag untuk memperlambat laju kendaraan yang akan diperiksa.

"Kita periksa warga yang lalu lalang di atas pukul 23.00 Wita karena dinilai pada kondisi seperti inilah rawan terjadi pembakaran," kata Ahmad Ramadhan.

Selain mengawasi lalu lintas orang di jalan, pihaknya juga telah merazia seluruh kios atau toko yang menjual bensin eceran.

Dia menjelaskan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi maraknya pembakaran fasilitas pemerintah yang terjadi menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Tolitoli.

Menurut dia, bensin eceran yang dijual di pinggiran jalan itu dianggap rawan untuk dijadikan bahan pembakaran, karena sangat mudah didapatkan.

"Hasilnya, sudah kita amankan dan sita ratusan liter bensin eceran ke markas kepolisian dari seluruh jajaran," katanya.

Menurut Ramadhan, penyitaan bensin eceran yang dimulai pada Selasa dini hari pascapembakaran eks kantor bupati dan Kantor Balai Desa Tinading Kecamatan Lampasio itu masih akan berlanjut hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Saya sudah instruksikan seluruh Polsek untuk melakukan penyitaan bensin eceran," katanya.

Disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga masih terus menggiatkan patroli di sejumlah titik lokasi yang dianggap rawan terjadi gangguan keamanan.

Sebelumnya, aksi anarkis dilakukan dari kubu salah satu pasangan calon bupati yang merusak, membakar logistik pilkada dan sejumlah kantor kecamatan serta sekretariat panitia pemilihan kecamatan di Tolitoli.

Hal ini dilakukan karena pengguguran calon tersebut akibat calon wakil bupatinya meninggal dunia sebelum pemilihan.

Oleh KPU pusat, pada awalnya menyatakan pasangan tersebut bisa mengikuti pilkada meski calon wakil telah meninggal tetapi KPU menganulir keputusan itu dan menggugurkan pasangan ini.

Kondisi inilah yang akhirnya menimbulkan ketidaksenangan pendukung pasangan nomor urut satu itu hingga mereka melakukan aksi anarkis.(http://www.antara-sumbar.com | tdy)