News Ticker

Rabu, 28 Juli 2010

Polda Sulawesi Tengah Tambah ‘Energi’, Bensin Eceran Disita di Tolitoli


28 Juli 2010

Polda Sulawesi Tengah Tambah ‘Energi’, Bensin Eceran Disita di Tolitoli


PEMBAKARAN Fasilitas pemerintah kembali terjadi di Kabupaten Tolitoli. Hingga kini, tercatat 11 kantor pemerintah telah menjadi korban konstelasi politik di Kota Cengkeh itu. Peristiwa pembakaran kantor terjadi Selasa dinihari sekitar pukul 03.00 Wita. Kantor Desa Tinading, Kecamatan Lampasio dan gudang penyimpanan arsip kantor Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aset Daerah (DPKAD) Tolitoli nyaris ludes dilalap si jago merah, setelah orang tak dikenal mencoba menghilangkan dokumen-dokumen penting dan menggagalkan Pemilukada Tolitoli, 31 Juli mendatang.

Wujud kekesalan sekelompok orang untuk menggagalkan Pemilukada Tolitoli hanya dilampiaskan dengan pembakaran kantor. Maksudnya, apabila kantor itu terbakar, maka dokumen-dokumen di dalamnya, baik itu berupa dokumen Pemilukada maupun logistik Pemilukada ikut terbakar. Akibatnya, pemerintah atau KPU kesulitan untuk melaksanakan Pemilukada.

Kapolres Tolitoli, AKBP Ramadhan membenarkan bahwa motif pembakaran dua fasilitas pemerintah itu adalah upaya menggagalkan Pemilukada Tolitoli. “Benar, pembakaran itu adalah upaya menggagalkan Pemilukada,” ujar perwira dua melati itu. Dia menambahkan, untuk sementara, pihaknya telah mengamankan satu orang yang diduga kuat pelaku pembakaran. Pria itu diketahui bernama Rudi alias Ambon (25). Selain diduga kuat sebagai pelaku, Rudi merupakan DPO kasus pembakaran kantor Desa Kalangkangan belum lama ini.
“Sayangnya, hingga saat ini yang bersangkutan belum mengaku,” sebut Ramadhan.

Plt Kabid Humas Polda Sulteng, Kompol Kahar Muzakir kepada wartawan mengatakan, buntut dari aksi pembakaran Selasa dinihari itu, Kapolda Sulteng, Brigjend Pol M Amin Saleh menginstruksikan untuk menambah pasukan, berupa satu kompi Brimob dari Poso dan Tentena.
“Sekitar 105 personel Brimob lengkap dengan barakuda dan kendaraan lain dikerahkan ke sana. Bahkan, Kapolda sendiri akan turun langsung memantau situasi keamanan di Tolitoli,” ujar Kahar, Selasa (27/7).

Kahar melanjutkan, rencananya pasukan tambahan itu akan diberangkatkan ke Tolitoli tanggal 30 Juli mendatang.


SITA BENSIN ECERAN

Agar peristiwa pembakaran kantor pemerintah tak lagi terulang, Kapolres Tolitoli dalam waktu dekat akan melakukan razia terhadap pedagang bensin eceran. Bagi yang kedapatan menjual bensin, polisi akan menyitanya. Sebab, pelaku pembakaran menggunakan bensin eceran untuk melakukan aksinya. “Langkah ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir aksi pembakaran. Jika inisiatif ini tidak dilakukan, akan memberi peluang pada pelaku yang mencoba membakar fasilitas pemerintah,” terangnya. Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan melakukan sweeping besar-besaran kepada pengendara di atas pukul 01.00 Wita.

Kapolres menyesalkan aksi pembakaran yang kembali terulang ini. Menurutnya, pihaknya telah melakukan upaya serta pengarahan kepada sejumlah kepala desa dan camat untuk memberdayakan kembali Siskamling atau ronda malam. Begitupula dengan Sat Pol PP. Saat kejadian, tak satupun anggota Pol PP yang berjaga-jaga. Padahal kantor itu berdekatan dengan kantor Pol PP.

Sebelumnya, aksi pembakaran pertama terjadi tanggal 1 Juni 2010. Saat itu, tujuh kantor camat di Kabupaten Tolitoli dibakar massa. Tak lama berselang, Kantor Lurah Sidoarjo dan kantor Desa Kalangkangan juga dibakar massa. Dari kasus tersebut, Polres Tolitoli telah menahan 38 orang yang diduga sebagai pelaku. Kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tolitoli. (http://www.harianmercusuar.com | Agus/Ramlan/Andri)