News Ticker

Kamis, 11 Maret 2010

Tetap Belajar Meski Beratap Terpal di SDN 22 Lipunoto Buol

Kamis, 11 Maret 2010

Tetap Belajar Meski Beratap Terpal di SDN 22 Lipunoto Buol


BUOL - Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Lipunoto yang terletak di lingkungan Tontoyon cukup memprihatinkan. Sekolah yang hanya memiliki tiga ruang kelas itu, saat ini mulai sesak seiring dengan bertambahnya jumlah murid, sehingga pihak sekolah terpaksa harus menyiasati ruangan yang ada menjadi ruangan baru. Bahkan lahan kosong pun dibangunkan ruang belajar darurat, meski hanya beratap terpal plastik dan dinding serpihan kayu dan tripleks.

Pantauan Radar Sulteng di sekolah yang dibangun di atas perbukitan tersebut Rabu (10/3) kemarin, terlihat aktivitas belajar di sekolah tersebut lazimnya seperti sekolah lain. Namun yang tidak lazim, dari tiga ruang kelas yang tersedia, tampak salah satu ruangan dibagi menjadi dua, disekat dengan menggunakan dinding tripleks.

“Satu ruangan dijadikan kantor dan satunya lagi dijadikan ruang belajar, bagi anak kelas satu,” kata Kepala SDN 22 Lipunoto, Rugaiya S Launa.

Rugaiya menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya tersebut, kini telah memiliki empat tingkatan kelas. Sementara kelas yang tersedia hanya tiga ruangan saja. Sehingga tidak memiliki pilihan lain, selain harus membangun ruangan darurat agar proses belajar tetap berjalan.

“Awalnya, saya dan staf guru ditugaskan di sini hampir tidak ada kendala. Karena murid memang baru sampai kelas II, sehingga dua ruangan dijadikan kelas, yang satunya dijadikan kantor. Namun seiring dengan berjalannya waktu, muridnya juga bertambah satu tingkatan menjadi tiga, sehingga satu ruangan dijadikan dua,” jelas Rugaiya.

Lebih memprihatinkan lagi menurut Rugaiya, pada tahun ajaran baru ini ketika kelas tiga naik menjadi kelas empat, sementara kelas yang tersedia hanya tiga ruangan saja. “Makanya, seperti bapak lihat sendiri, sebuah bangunan kecil yang kami bangun secara darurat untuk dijadikan ruang belajar bagi kelas III. Ditambah lagi pada bulan Juni akan datang, masuk lagi tahun ajaran baru,” tambahnya.

Olehnya agar kondisi seperti itu dapat segera teratasi, pihaknya menurut Rugaiya telah mengajukan permohonan kepada Pemkab Buol, untuk dibangunkan ruangan kelas baru yang cukup memadai. (radarsulteng | yus)