Sabtu, 13 Maret 2010
Pemkab Buol- Untad Lanjutkan MoU
BUOL- Pemerintah Kabupaten Buol bersama pihak Universitas Tadulako (Untad) Palu, kembali melanjutkan kerjasama di bidang pendidikan. Kedua pihak direncanakan akan kembali membangun kesepahaman dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).
MoU tersebut merupakan kesepakatan yang pernah ditandatangani pada tahun 2007 lalu. Menurut Rektor Untad, Drs Sahabuddin Mustapa, pihaknya dengan Pemkab Buol telah membahas kembali MoU tersebut.
Salah satunya isi MoU adalah mendukung rencana Pemkab Buol dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) PNS di lingkungan Pemkab Buol untuk melanjutkan studi strata 1 (S1) untuk lulusan SMA. Sedangkan PNS yang sudah S1 melanjutkan studi ke jenjang strata 2 (S2).
“Kami tetap mendukung sepenuhnya rencana Pemkab untuk mengembangkan SDM PNS di Kabupaten Buol. Terutama dari tingkat pendidikan akademiknya,” kata Rektor Untad, Sahabuddin Mustapa.
Demikian halnya Bupati Buol, H Amran Batalipu SE MM. Ia menyatakan bahwa MoU yang akan dijalin, pada prinsipnya sangat memberi kontribusi besar bagi daerah, untuk pengembangan kemampuan aparatur. Terutama tamatan SMA yang akan melanjutkan ke S1, dengan adanya MoU akan lebih mudah melanjutkan studinya. Dengan program ini, Amran yakin akan sangat direspons oleh aparatur.
Apalagi tempat kuliahnya di Buol, maka lebih mudah lagi. Aksesnya dekat dan predikatnya cukup diakui dengan keterlibatan pihak Untad.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mendorong realisasi MoU, selaku kepala daerah, Amran menyatakan segera menyiapkan anggaran untuk kerjasama itu. Termasuk menyiapkan ruang kelas atau gedung perkuliahan.
“Kita sudah siap. Bahkan untuk gedung perkuliahan kita akan sediakan dengan fasilitas lengkapnya,’’ respon Amran.
Seperti diketahui, MoU yang pernah dilakukan kedua belah pihak menyebutkan bahwa Untad Palu akan menjadi pembina bagi mahasiswa-mahasiswi yang akan kuliah di Buol, yang gedungnya disiapkan oleh Pemkab Buol.
Amran juga menambahkan, sedangkan jurusan yang akan diutamakan dalam peningkatan SDM, lebih dulu kepada para guru yang belum mendapatkan gelar S1. Guru-guru yang masih D3, D2 atau pendidikan SMA akan mendapat akses yang luas untuk kuliah.
“Setelah guru, kemudian pegawai lainnya. Guru dulu kita utamakan, karena guru sangat besar peranannya dalam memajukan daerah,’’ kata Amran. (radarsulteng | mch)
Sabtu, 13 Maret 2010
Pemkab Buol- Untad Lanjutkan MoU
Diposkan oleh tolitoli di 03:32
Label: buol, pendidikan



