News Ticker

Jumat, 05 Maret 2010

Air PDAM Kotor dan Berbau, Warga Kompleks Pertokoan di Buol Minta Perhatian

Jumat, 5 Maret 2010

Air PDAM Kotor dan Berbau, Warga Kompleks Pertokoan di Buol Minta Perhatian


BUOL- Meski sudah dilakukan perbaikan sarana dan prasarana air bersih di wilayah perkotaan Kabupaten Buol, namun masih saja ada keluhan warga. Tersedianya air bersih dianggap belum maksimal di daerah itu.

Seperti pengakuan sebagian besar warga yang bermukim di kompleks pertokoan Buol. Penduduk setempat mengeluhkan air yang mereka pakai karena tidak sesuai yang diharapkan.

Padahal kata mereka, Pemerintah Kabupaten Buol dan manajemen Perusahaan Daereah Air Minum (PADAM) Motanang, sebagai perusahaan satu-satunya yang mengelola air bersih, telah menambah fasilitas air minum untuk para pelanggannya, dengan menggunakan dana APBD 2009. Seperti pembangunan bak air bersih dan penyaring air bersih sebelum menuju ke pipa air pelanggan.

Ahmad Kawante, salah seorang warga Kelurahan Buol, yang bermukim di kawasan pertokoan, Kamis (4/3) kemarin menuturkan, bahwa dirinya bersama warga lainnya sudah sebulan terakhir tidak lagi menikmati air bersih. Air yang dikonsumsi seperti biasanya di kawasan itu kotor dan berlumpur. Bahkan air yang mengalir ke rumah warga menimbulkan bau busuk.

“Kami minta diperhatikan. Karena air yang ke kami sangat kotor dan berbau busuk. Kasihan kami ini diperlakukan begini,’’keluh Ahmad.

Bahkan untuk mendapatkan air bersih, mereka terpaksa harus bersusah payah mengambil air di wilayah pegunungan terdekat dari Kota Buol. Tepatnya di kawasan perbukitan Tontoyong yang berada di wilayah Kelurahan Leok Satu, Kecamatan Biau.

Saat dikonfirmasi Kamis kemarin, Direktur PDAM Motanang, Irwan Lamaka SE, menjelaskan, mengenai air yang kotor saat ini di rumah-rumah penduduk di kompleks pertokoan, merupakan ulah warga sendiri yang mencuri air, dengan cara memotong pipa di tengah jalan. Parahnya, pipa yang dipotong ternyata tidak dipasang kembali. Hanya dibiarkan begitu saja, sehingga ketika ditarik dengan dap oleh pelanggan, justru yang muncul adalah air kotor yang berasal dari kotoran parit drainase.

Sebab kata dia, sebagian pia yang dipotong warga berdekatan dengan saluran drainase. “Ini ulah orang yang tidak bertanggungjawab,’’kesalnya.

Walau demikian, untuk menghadapi maraknya keluhan warga atas pelayanan air bersih, manajemen PDAM Motanang terus melakukan berbagai pemebenahan, termasuk mengunjungi dan memperbaiki sejumlah pipa yang dipotong warga. Walau diakui sulit mencari titik-titik pipa yang dipotong akibat pipa tertanam dalam tanah, pihaknya tetap berupaya memberikan yang terbaik bagi pelanggan. (radarsulteng | mch)