Rabu, 10 Februari 2010
Oknum Polsek Tolitoli Dilapor ke Propam
Meminta Uang Korban Pencurian Ternak
PALU – Warga Lakuan Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli, Suaib M Hafid, Selasa sore (9/2) melaporkan oknum anggota Polsek Tolitoli Utara ke Propam Polda. Laporannya tentang dugaan pemerasan.
Usai pemeriksaan di Bidang Provesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulteng, kepada Radar Sulteng Suaib menuturkan, oknum polisi yang disebut-sebut melakukan pemerasan adalah inisial BS. “Kalau yang saya dengar-dengar jabatannya di Polsek Tolitoli Utara sebagai Kanit Reskrim,” katanya.
Menurut Suaib, oknum tersebut sering meminta uang kepada korban pencurian ternak. Dan sampai saat ini kasus pencurian ternak yang terjadi di wilayah Kecamatan Tolitoli Utara, belum ada yang tuntas. Bahkan, salah seorang korban, Muhriani warga Desa Lakuan yang juga tetangganya, pernah dimintai uang oleh oknum polisi tersebut sebagai biaya administrasi dan biaya bensin. Besarannya sebesar Rp400 untuk mengambil memuat ternak yang dicuri.
Oknum tersebut ungkap Suaib, juga pernah meminta uang kepada Muhriani sebesar Rp500 ribu, yang disebutkan untuk biaya pembelian buku BAP. Untungnya saat itu Muhriani tidak membawa uang. “Kami sebagai korban pencurian ternak, wajar bertanya sejauhmana kasus kami. Kenapa sampai sekarang tidak jelas-jelas kasusnya. Teman kami yang juga korban pencurian ternak, yang sudah mengeluarkan uang, mengaku lebih besar biaya administrasi proses hukum daripada harga ternak yang hilang,” bebernya.
Sebelumnya, kasus tersebut ujar Suaib, sudah dilaporkannya ke Provos Polres Tolitoli bulan Oktober 2009. Tapi hingga saat ini belum jelas sejauh mana kasusnya. Karena sejauh ini ia dan korban lainnya, belum pernah dipanggil Provos untuk dimintai keterangan.
“Sebelumnya saya sudah buat laporan ke Provos Polres Tolitoli. Laporannya ditandatangani Kanit Pelayanan, Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polres Tolitoli, Awaluddin Rahman SH pada tanggal 26 Oktober. Karena tidak jelas hasilnya, saya memilih lapor ke Propam Polda. Dari penjelasan petugas propam Polda tadi (kemarin,red) laporan tersebut akan disampaikan ke P3D Polres Tolitoli untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Kapolres Tolitoli, AKBP Ramadhan yang dihubungi via polselnya kemarin, mengaku, belum mengetahui adanya laporan oknum anggotanya yang diduga memeras korban pencurian ternak. “Saya belum ada terima laporan, kalau ada anggota Polsek Tolitoli Utara yang dilaporkan minta-minta uang. Nanti saya cek dulu ke bagian P3D,” pungkasnya. (radarsulteng/ ron)



