Senin, 15 Februari 2010
Mubazir, Proyek SPAM di Buol Tak Berfungsi
BUOL- Proyek pembangunan fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ada di Desa Poongan, Kecamatan Bokat, yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Tengah 2008 lalu, kini belum bisa difungsikan. Bahkan, kondisi pipa proyek sudah sangat memprihatinkan akibat terkena sinar matahari dan air hujan secara terus menerus. Juga tidak ada petugas yang ditunjuk untuk merawat SPAM.
”Sejak dibangun dua tahun lalu, fasilitas ini belum juga dimanfaatkan. Lama-kelamaan proyek mubazir akibat tidak dapat digunakan,”ungkap Sekdes Poongan, Asis Lasang Gula, kepada Radar Sulteng (14/2) kemarin.
Kata Sekdes, proyek SPAM yang menggunakan dana miliaran rupiah itu dibagi dalam dua desa yang berbeda. Yakni Desa Poongan sebagai tempat pengolahan dan memproses air minum, sedangkan di Desa Tayadun tepatnya di atas gunung dibangun juga bak pusat tempat penampungan yang dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan air bersih di beberapa desa tetangga.
“Warga di desa ini merasa kecewa. Karena fasilitas ini merupakan satu-satunya fasilitas air minum. Tapi kurun dua tahun terakhir tak kunjung bisa diresmikan,” ungkapnya.
Menurut Asis, sebaiknya pemerintah provinsi melalui Dinas PU, begitu selesai pekerjaan pembangunan, langsung menyerahkan kepada daerah Buol untuk dikelola. Sehingga langsung bisa digunakan dan warga tidak terlalu lama menunggu beroperasinya fasilitas air bersih itu. Selain itu, kondisi bangunan dan semua perlengkapan seperti alat mesin air, dikhawatirkan berpotensi rusak kerena tidak difungsikan.
Olehnya Sekdes Asis, bersama masyarakat desa sangat mengharapkan kepada pemerintah daerah maupun provinsi dalam hal ini Gubernur HB Paliudju, segera menyahuti keluhan warga desa selama dua tahun terakhir. (radarsulteng | cr3)



