Senin, 25 Januari 2010
Jhonly Uirianto Kembali Pimpin DPC PDIP Tolitoli
Hasil Konfercab Picu Perpecahan
TOLITOLI – Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDIP Tolitoli yang digelar Sabtu (23/1) di hotel Suryadi, diharapkan oleh seluruh kadernya dapat berlangsung demokratis dan menghasilkan keputusan terbaik. Keputusan yang dapat diterima oleh seluruh pengurus. Tapi ternyata keputusan itu jauh dari harapan.
Pasalnya, hasil Konfercab yang kembali memutuskan Jhonly Uirianto untuk kembali memimpin PDIP Tolitoli secara aklamasi lima tahun kedepan, dianggap oleh sebagian besar pengurus sebagai konfrensi akal-akalan dan sarat dengan permainan tidak fair.
Indikator yang menjadi alasan bagi sebagian besar pengurus sehingga proses pemilihan tersebut dianggap kotor, karena adanya proses pada tahapan Konfercab yang sengaja dimanipulasi. Tujuannya agar proses pemilihan ketua DPC berlangsung secara aklamasi, dan bukan mekanisme voting seperti yang diharapkan oleh sebagian besar pengurus.
“Konfercab kali ini kami anggap tidak demokratis. Selain tidak menggunakan Tatib, pemilihan sengaja diatur untuk memunculkan satu nama saja. Sehingga keputusan yang memenangkan Jhonly, kami anggap tidak legitimeid,” kata ketua panitia Konfercab, Prana Jaya Rais.
Menurut Prana, dirinya diangkat menjadi ketua panitia, selain tidak dibekali dengan SK, juga dilanggar kewenangannya sebagai orang yang bertanggung jawab melaksanakan Konfercab. “Saya sama sekali tidak difungsikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” tambah Prana.
Seperti halnya pengakuan sekertaris PAC Ogodeide, Rahmadi Manggona. Kepada Radar Sulteng, ia membeberkan proses pemilihan tersebut penuh rekayasa. Pasalnya, pada proses Musyawarah Anak Cabang (Musancab) menurut dia, ketua PAC Jhonly Uirianto atau yang akrab disapa Liu sengaja tidak menggelar rapat. Melainkan hanya menyodorkan berita acara kepada pengurus untuk ditandatangani. “Inti dari berita acara yang disodorkan untuk ditandatangani tersebut, masing-masing PAC hanya mengusung satu nama, yaitu dirinya (Liu,red) untuk bertarung pada Konfercab,” ungkap Rahmadi sembari menambahkan sehingga saat digelar Konfercab berdasarkan berita acara hasil Musancab tersebut, maka Konfercab digelar secara aklamasi.
Senada dengan Rahmadi, Anton, Ketua PAC Dako Pemean saat berlangsungnya Konfercab juga mengaku, bahwa dirinya dikunjungi oleh Sekretaris DPC Eky Rasyid SH kemudian disodori berita acara hasil Musancab untuk ditandatangani. Padahal menurutnya, tidak pernah dilaksanakan Musancab tersebut.
Begitu juga pengakuan Kasman Ketua PAC Tolitoli Utara yang mengatakan, meski dilakukan Musancab, namun saat itu peserta tidak kuorum. Mestinya menurut Kasman, anggota yang hadir seharusnya minimal 7 orang. Namun yang ada saat itu hanya empat anggota, dan ketua PAC Liu tetap ngotot melaksanakan Musancab.
Rahmadi juga menambahkan, parahnya lagi saat Konfercab berlangsung, sebagian besar pengurus PAC yang ingin mengungkapkan kejanggalan yang terjadi. Namun tidak diberi ruang oleh pengurus DPD yang memimpin rapat tersebut.
Olehnya atas masalah tersebut sebagian besar pengurus DPC menganggap hasil konfercab tidak legitimeid dan cendrung menciptakan peluang perpecahan di tubuh DPC PDI Tolitoli. Ditambah lagi hampir sebagian besar pengurus, tidak lagi menginginkan Liu kembali meminpin DPC PDIP Tolitoli. (radarsulteng/ yus)
Senin, 25 Januari 2010
Jhonly Uirianto Kembali Pimpin DPC PDIP Tolitoli
Diposkan oleh tolitoli di 14:03
Label: Partai Politik, tolitoli



