Selasa, 1 Desember 2009
Polres Buol Terus Selidiki Motif Pembunuhan Tukang Ojek
BUOL - Polisi kini terus melakukan penyelidikan terhadap kasus terbunuhnya seorang tukang ojek, bernama Sarlan Imran, alias Lan, 16, warga Lingkungan Tabodo Kelurahan Kali Kecamatan Biau Kabupaten Buol, yang ditemukan tewas mengenaskan Minggu (22/11) pekan lalu. Kasus terbunuhnya seorang tukang ojek yang diduga dilakukan penumpangnya sendiri itu, mendapat perhatian masyarakat Buol.
Kasat Reskrim Polres Buol, IPTU Karel Paeh SH, mengatakan, kasus tewasnya tukang ojek yang menggemparkan itu, terus dilakukan diselidiki. Terutama motif di balik pembunuhan itu, karena di tubuh korban terdapat bekas luka senjata tajam. “Polisi terus memburu sang pelaku,”katanya.
Dijelaskannya, kronologis ditemukannya korban tersebut diawali dengan masuknya laporan masyarakat Desa Lakea Kecamatan Lakea Kabupaten Buol (kira-kira 45 km arah barat kota Buol) kepada polisi, bahwa telah ditemukan sesosok mayat di wilayah desa tersebut.
Setelah dilakukan otopsi, langsung diketahui identitas korban, karena ada pihak keluarga yang mengaku kehilangan keluarganya sejak Kamis (19/11) pekan lalu. Namun, Karel Paeh, mengaku belum menerima hasil otopsi dari dokter. “Kami belum menerima hasil otopsi, sehingga kami belum melakukan analisa terhadap hasil otopsi itu,”papar Karel.
Kematian Sarlan Imran sempat menggegerkan warga Kabupaten Buol. Saat ini, banyak beredar selentingan informasi di balik kematian Sarlan. Salah satunya, yang beredar, disebutkan kalau penumpang Sarlan yang diduga merupakan pelaku pembunuhan itu, berpostur tinggi besar, dan sempat singgah di rumah kakek Sarlan di Desa Tuinan, tetangga Desa Lakea.
Beberapa warga, juga sempat menuturkan, kalau penumpang yang hendak dibawanya itu akan dibawanya ke perbatasan Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli, yakni di kawasan Desa Lakuan.
Dari keterangan beberapa orang yang melihat jasad Sarlan, di tubuh korban dipenuhi luka tusukan dan sayatan benda tajam, wajahnya pun sudah rusak, tetapi di balik jaketnya masih ditemukan KTP dan identitas lainnya. Namun motor Morin Justicker dengan Nomor Polisi DN 3893 PB raib bersama HP Nokia milik korban. Hingga kini polisi masih terus memburu keberadaan pelaku, termasuk motor korban.
Kepada koran ini, ayah korban Imran, 39, hanya meminta kepada aparat kepolisian untuk menangkap sang pelaku secepatnya, begitu juga motor yang dikendarai anaknya, agar segera ditemukan. “Kami hanya meminta kepada pak polisi untuk segera menangkap sang pelaku. Kami ingin melihat pelakunya, “tandas Imran.(radarsulteng/ mch)
Selasa, 01 Desember 2009
Polres Buol Terus Selidiki Motif Pembunuhan Tukang Ojek
Diposkan oleh tolitoli di 01:59
Label: buol, Pembunuhan



