News Ticker

Sabtu, 28 November 2009

Tak Satupun SKPD di Tolitoli Raih Target PAD

Sabtu, 28 November 2009

Tak Satupun SKPD di Tolitoli Raih Target PAD
Dishut Tolitoli Capai 12 Persen


TOLITOLI – Target Dinas Kehutanan (Dishut) Tolitoli untuk memenuhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi komoditi kehutanan tahun 2009 sebesar Rp375 juta yang telah dipatok tampaknya tidak dapat terpenuhi hingga 100 persen. Pasalnya hingga akhir bulan ini, realisasi dari sektor tersebut baru 12,12 persen atau baru sekitar Rp44 juta.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Tolitoli Crisman T. Isol, SE saat ditemui diruang kerjanya Kamis (26/11). Menurutnya ketidakterpenuhan target PAD tersebut tidak hanya terjadi pada Dishut saja, namun hampir seluruh SKPD di lingkup Pemkab Tolitoli mengalami hal yang sama, namun targetnya mampu ditingkatkan hingga rata-rata 40 persen. “Dapat dikatakan hampir semua SKPD tidak dapat merelasasikan PAD hingga 100 persen, rata-rata berdasarkan data yang kami miliki, banyak sekali SKPD yang hanya mampu merealisasikan sekitar 30 atau 40 puluh persen, ada pula yang hingga mencapai 80 persen. Untuk 100 persen sama sekali tidak ada,” jelas Crisman.

Menurutnya ada dua SKPD yang hingga saat ini sama sekali tidak dapat merealisasikan PAD atau dapat dikatakan nol persen, yaitu retribusi Administrasi karcis di Rumah Sakit Umum (RSU) Mokopido yang ditarget sebesar Rp30 juta dan juga retribusi kenderaan bermotor di Dinas Perhubungan (Dishub) sebesar Rp35 juta.

Kepala Dishut Tolitoli Ir Nurdin HK, MM saat dimintai keterangan mengenai hal itu membenarkan jika target PAD yang dipatok terhadap dinas yang dipimpinnya tersebut tidak mampu dipenuhi. Tidak tercapainya target PAD tersebut kata dia, disebabkan tidak beroperasinya dua HPH yang ada di Tolitoli. “Awalnya kita berharap pemasukan dari HPH milik PT Kalhold dan Sentra Pitu Lempa, namun ditengah perjalanan, kedua perusahaan besar tersebut tidak lagi beroperasi, sehingga sektor PAD hanya mampu dikumpul dari perusahaan lokal saja,” terang Nurdin.(radarsulteng/ yus)