Sabtu, 28 November 2009
Siswa SMK di Tolitoli Terlibat Tawuran
TOLITOLI – Dunia pendidikan di Kabupaten Tolitoli tercorang, sejumlah pelajar SMK Swakarya Tolitoli dengan SMK Negeri 1 Baolan, Kamis (26/11), terlibat tawuran. Akibatnya empat siswa SMK Swakarya Tolitoli masing-masing Josef (17) Wirawan (16) Gunawan (16) dan Erman (16) terpaksa digelandang ke kantor polisi untuk diperiksa.
Menurut Kanong, warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, bermula saat waktu pulang sekolah, puluhan siswa SMK Negeri 1 Baolan dengan berbekal batu mendatangi SMK Swakarya, tidak berapa lama berselang tiba-tiba terjadi saling pukul antar siswa kedua sekolah tersebut. “Anak SMK Baolan memang sudah lama terlihat menunggu anak SMK Swakarya pulang sekolah. Pada saat pulang sekolah itulah siswa kedua sekolah tersebut terlibat tawuran dan saling melempar batu, beruntung aparat kepolisian cepat datang sehingga tawuran tersebut tidak berlanjut,” terang Kanong.
Josef , siswa kelas dua SMK Swakarya saat dimintai keterangan di kantor Polres mengatakan, kejadian itu bermula pada hari Rabu (25/11), salah seorang teman mereka dikata-katai dengan bahasa kotor oleh salah satu siswi SMK Negeri 1 Baolan. “Tidak puas abis ba maki, entah bagaimana tiba-tiba beberapa orang siswa SMK Baolan kembali mendatangi sekolah kami dan mengajak berkelahi, tapi untung ada guru melerainya,” jelasnya.
Josef juga menerangkan, keesokan harinya tepatnya hari Kamis (26/11), beberapa siswa SMK Baolan kembali memancing keributan dengan mendatangi SMK Swakarya dan menghujani dengan lemparan batu. Tidak tahan dengan perlakukan tersebut menurut Josef, dia dan rekan-rekannya terpaksa melakukan perlawan dengan mengejar siswa-siswa dari SMK Baolan akibat merasa kesal
Dijelaskannya pula, karena melihat jumlah siswa dari SMK Baolan lebih banyak, Josef dan kawan-kawan memilih untuk mundur. Namun dia tidak menyangka keributan tersebut akan berlanjut, pasalnya saat pulang sekolah ditengah jalan mereka kembali dihadang oleh siswa SMK Baolan. Aksi saling lempar batupun kembali terjadi sekitar pukul 13.00 wita. “Tidak lama terjadi saling baku lempar, tiba-tiba polisi datang, tapi anak-anak SMK Baolan sudah lari. Karena torang pikir torang diserang, makanya torang tidak lari, dan akhirnya dibawa ke kantor polisi,” ujar Josef dengan polosnya.
Usai dimintai keterangan oleh petugas kepolisian empat siswa SMK tersebut, tidak ditahan, setelah mendapatkan sedikit pengarahan dan bimbingan ke empatnya akhirnya diperbolehkan pulang. Meski demikian untuk mengantisipasi terjadinya kembali aksi tawuran tersebut, kepala sekolah SMK Swakarya Tolitoli Ibrahim Katili S.Ag tetap meminta agar pihak kepolisian tetap mengawasi kubu kedua siswa agar kejadian itu tidak terulang.(radarsulteng/ yus)
Sabtu, 28 November 2009
Siswa SMK di Tolitoli Terlibat Tawuran
Diposkan oleh tolitoli di 17:05
Label: pendidikan, tolitoli



